berita Berita Pesantren Santri

Antisipasi Dampak Negatif Gadget, Ponpes Al Barru Gelar Pengajian untuk 900 Remaja

WONOGIRI – Ponpes Al Barru bekerjasama dengan Bagian Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya (PKOSB) DPD LDII Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan pengajian khusus bagi ratusan generasi muda di Masjid Baitussubur, komplek Ponpes Al Barru, Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Minggu (24/5/2026).

Forum ini menekankan pentingnya pola pendidikan karakter yang terarah dan humanis guna membentengi remaja dari dampak negatif era digital.

Pengajian bertema “Pembinaan Generasi Penerus di Masa Kini” tersebut dihadiri oleh sekitar 900 peserta remaja yang berada di jenjang studi tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa perguruan tinggi, termasuk didalamnya santriwan-santriwati Ponpes Al Barru.

Dewan Pakar DPP LDII Muhammad Thoyibun hadir langsung sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren penurunan perilaku sosial di kalangan usia produktif yang dipicu oleh ketergantungan terhadap perangkat gawai (gadget).

“Banyak generasi muda awalnya baik, kemudian bermasalah karena pengaruh gadget,” kata Thoyibun.

Menurutnya, struktur pendidikan yang ideal bagi generasi muda wajib mengintegrasikan tiga pilar utama secara seimbang, yaitu jalur pendidikan agama, pendidikan formal sekolah, serta pendidikan karakter.

Implementasi ketiga aspek tersebut harus ditanamkan secara konsisten sejak usia dini hingga memasuki fase dewasa.

Sebagai langkah taktis pembentukan kepribadian anak, sistem pendidikan terpadu melalui konsep sekolah formal yang dikombinasikan dengan sistem berasrama di pondok pesantren dinilai menjadi salah satu formula yang efektif.

Di samping faktor pendidikan lembaga formal, Thoyibun menggarisbawahi bahwa pemenuhan fungsi edukasi di lingkungan domestik keluarga memegang peranan vital.

Keterlibatan seorang ibu dalam pengawasan perilaku keseharian anak di rumah menjadi kunci pembentukan moral.

Ia juga mengingatkan para peserta pengajian untuk mengikis mentalitas malas, meningkatkan etos kerja keras, serta merubah orientasi penggunaan telepon seluler dari sarana hiburan pasif menjadi media produktif, seperti penunjang materi belajar dan instrumen bisnis berbasis daring (online).

Pada bagian akhir rangkaian acara, panitia penyelenggara juga menyelipkan program edukasi kepedulian lingkungan secara nyata.

Para remaja yang hadir diajak untuk melakukan aksi pengumpulan sampah botol plastik bekas di sekitar lokasi untuk kemudian disalurkan ke fasilitas daur ulang. (alb)

About the author

admin

Kami putra-putri Ponpes Al Barru berjuang untuk menjadi generasi emas Indonesia, Sukses Dunia Akhirat

Add Comment

Click here to post a comment